Kamis, 03 Desember 2009

GEMPA

Kenapa Gempa? (Cobaan bagi Indonesia)

“Gempa lagi, gempa lagi” Itulah hal yang kini berada dalam pikiran warga Indonesia. Dimulai dengan gempa yang mengguncang Jawa Barat, tepatnya di Tasikmalaya, gempa beruntun terus terjadi di kota-kota lainnya. Padang-Pariaman adalah salah satu kota yang mengalami kerugian terbesar akibat terjadinya gempa. Sungguh hal yang sangat menyakitkan bagi kita melihat saudara-saudara kita terkena musibah. Setiap kita menonton televisi selalu muncul berita tentang penderitaan saudara-saudara kita yang mempunyai nasib kurang baik.

If something happened, see inside your self. Jika terjadi sesuatu lihatlah ke dalam dirimu. Ya, kata-kata inilah yang paling tepat menggambarkan apa yang harus kita lakukan saat ini. Lihatlah pada diri kita. Mengapa Allah memberikan gempa kepada kita? Kepada tanah air kita negeri Indonesia ini? Pikirkan.

Lihat sekeliling kita, kemaksiatan masih merajalela, koruptor tidak pernah berhenti memeras uang rakyat, kebenaran dianggap bathil sedangkan yang bathil dianggap benar. Inilah penyebabnya. Allah hendak memperingati kita, karena kita sudah sesat dan tidak berada pada jalannya. Allah sayang pada kita, maka itu ia memberikan cobaan gempa ini sebagai peringatan, karena Allah ingin kita semua bahagia dunia dan akhirat.

Jangan pernah berfikir, gempa ini terjadi karena Allah marah dan benci pada kita. Karena sesungguhnya Allah memberikan cobaan bagi hambanya yang ia cintai. Allah juga ingin menguji kita, seberapa bisakah diri kita untuk bersabar. Jangan pernah merasa pula bahwa ujian yang Allah berikan terlalu berat untuk kita. Karena Allah selalu memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hambanya.

Jadi, kita wajib untuk senantiasa introspeksi diri. Sebagai manusia tentunya kita punya banyak kesalahan. Hilangkan kebiasaan-kebiasaan burukmu mulai dari sekarang. Terakhir, jangan lupa untuk terus mendoakan saudara-saudara muslim kita dimanapun mereka berada.

BY: Fathimah Fakhrunnisa
-fafa- 100persen asli :)

Senin, 02 November 2009

Kok cantik?

Sebenarnya sih, kisah ini gak penting-penting amat. Cuma sekedar kisah yang pernah aku alami. And pastinya ni kisah berhikmah buat gue. Jadi gini, kisah ini berawal dari kehadiran gue di sebuah acara ’Liqo Syawal’di Masjid Raya Bogor (11/10/09). Seperti biasa, sebelum acara mulai gue disuruh sama ibu buat jajan kue supaya gak be-te. Jadi, gue jalan deh keluar bareng kakak gue tercinta, Adzkia Salima.

Di tempat parkiran, gue ketemu sama seorang guru sekolah gue sebut saja namanya Bu In. Nah sebagai seorang murid yang baik nan santun, gue langsung salim ke Bu In. Setelah menjawab salam gue, Bu In bertanya, ”Kesini sama siapa, Fa?”, gue jawab, “Sama Umi”, sambil nunjuk kedalam masjid, “Dan sama Mba”, seraya menunjuk kakak gue yang tepat berdiri di samping gue. Tiba-tiba, Bu In dengan wajah penasaran bertanya, ”Mbak? Kakak kandung?.” Jelas aja gue kaget, gue jawab deh, ”Iya bu”. Yang menakjubkannya Bu In menjawab, ”Kok cantik.”

Kemudian kakak gue sambil nyari jajanan ngakak keras banget, secara lemotnya gue baru ngeh kalau omongan Bu In tuh daleeeem banget. Secara, kalo Bu In ngomong gitu berarti beliau tuh ngerasa kalau gue gag mirip kakak gue. Dan kakak gue tuh cantik. Jauh dari gue. Hikkkksss dalem bu!!! Yang paling nyebelin kakak gue secara narsisnya ngejawab, “Emang gue cantik”, Hyekkks.

Ketika masuk ke dalam, gue lapor deh sama si mami. Dan mami gue bilang, “Nggak kok, Fafa kan cantik sekali, mirip sama umi”, Oooh mommy youre so sweet. Babe gue juga ngomong kalau orang seperti Bu In itu tuh kita harus kasihan, mungkin ia memang kurang pandai berkata-kata.

Rasanya gue cinta banget sama orang-orang disekitar gue. Semuanya selalu nge-support gue. Contohnya Nay-chan atau Nayla, salah seorang temen gue yang zuper cantik, baik, nan pintar. Dia (Nay-chan pen.) bilang, ”Ngga ah, malahan menurut aku cantikan Fafanya”, Oow saranghe cause Allah, Nay. Azka juga baik banget, dia bilang, ”Menurut aku sih dua-duanya cantik, Fafa cantik Indonesia, Mba Adz cantik Arab”, setuju! Oh iya gue lupa bilang kalau kakak gue tuh punya wajah yang rada-rada Arab gitu sama kayak adik-adik gue. Gue punya tampang yang rada beda sendiri di rumah (gak Arab). Untung aja tampang gue persis sama umi, jadi gak dikira anak pungut *haha*.

Hikmah yang dapat diambil dari kejadian gue diatas ini adalah setiap orang punya kelebihan masing-masing dan waktu dimana dia dipuji-puji dan di caci maki *azzikk*. Hikmah ini gue dapat karena biasanya kalau mudik ke Jawa, sodara-sodara suka muji gue tinggi (soalnya tinggi gue sama si mba hampir sama) dan cantik. Nah, hari itu giliran Mba Adz deh yang dipuji-puji.

So, buat elo-elo yang ngerasa minder, ilangin deh! Suatu hari nanti akan datang waktu dimana orang-orang akan muji elo. Satu lagi tetap semangat dan petiklah semua hikmah dalam hidup lo! Be the best! And inget yah, Allah itu Maha Adil.

-fafa- 100persen asli :)

Sabtu, 10 Oktober 2009

My Reunion (1 graduate SDIT Insantama)

Waa… Akhirnya setelah sekian lama aku sama temen-temen nunggu ( kok jadi kayak lagunya Ridho Rhoma *geje mode: on*) buat reuni, kesampaian juga deh dilaksanakan pada hari Sabtu lalu (03/10). Dengan perjuangan aku dan temen-temen perempuan yang bernapsu banget pengen reunion padahal baru terpisah sebentar banget, kita berhasil membujuk temen-temen buat mengadakan reuni.

Meskipun acara reuniannya berjalan cukup aneh, tapi tetep aja kita-kita merasa seneng banget. Secara kumpul-kumpul sama temen lama, siapa sih yang nggak seneng? Ya.. Meskipun pada dasarnya aku sama temen-temen SD baru berpisah 2 tahun-an. Ibuku aja sampai komentar, “Baru 2 tahun gak ketemu kok dah reuni? Reuni tuh nanti kalau dah jadi ibu-ibu” Iya juga yah… Kayaknya kalau reuni pas dah jadi ibu-ibu lebih seru. Kita kan bisa tahu siapa yang benar-benar berjodoh dengan orang yang dia sukai ketika Sd? Siapa yang punya anak paling banyak? Hahahaha.

Reuni ini bisa dibilang cukup garing, soalnya bisa dibilang susunan acaranya kurang menarik. Maklum sih pemula. Tapi suasana kumpul-kumpul lagi ini mulai terasa hangat ketika acara memasuki waktu pemutaran video-video selama kami SD. Di video-video itu anak-anak masih kelihatan lucuuu banget, beda banget sama sekarang. Setelah selesai acara nonton video, acara jadi Gaje banget. Anak-anak pada mencar kemana-mana. Anak cowoknya juga malah pada menggila di panggung. Anak ceweknya, bisa ditebak? Pastinya foto-foto (buat cewek *narsis kudu*).

Selesainya acara reuni ditandai dengan doa dan foto-foto. Tapi buat aku, fadhiilah, naila, nadia, nurul, dan beberapa non alumnus, acara reuni belum selesai. Meski perut dah cukup kenyang dengan makan siang dari iuran reuni. Tapi tetep aja kita-kita pergi dan makan bakso di Warung Molwan. Mmmh.. Mie ayamnya lumayan enak, tapi gak ada sih yang sampai tambah lagi, lumayan mahal sih. Kalau bagi aku sendiri acara reuni ditutup dengan ketika aku say goodbye sama Nurul di lapangan komplek.

^That’s All, comment please^
-fafa- 100persen asli :) (Pengasuh rubrik 'My Opinion' di mading SMPIT Insantama)

Rabu, 30 September 2009

Gempa, Cobaan bagi Indonesia


Sobat, kemarin tepatnya tanggal 30 September 2009 negeri kita, Indonesia tepatnya di padang terkena gempa besar yang berkekuatan 7,3 SR. Dan hari ini tanggal 01 Oktober 2009 terjadi lagi gempa di Bengkulu dan Jambi sebesar 7,0 SR. Berkali-kali sudah negeri kita di guncang gempa tahun ini. WHY?


Sobat, sadarlah! Cobaan seperti ini adalah peringatan dari Allah SWT untuk kita. Moment ini haruslah membuat kita sadar akan apa yang telah kita perbuat selama ini. Marilah kita bersama-sama introspeksi diri.


Sobat, terakhir saya hanya ingin mengingatkan. Mari kita sama-sama mendoakan saudara-saudara kita di Padang, Jambi, Bengkulu, dan daerah-daerah lainnya seluruh dunia. Semoga mereka diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. AMIN


-fafa- 100persen asli :)==> Pengurus rubrik My Opinion Mading 'Smart Wall Magazine' SMPIT Insantama

Sabtu, 16 Mei 2009

Masa Muda adalah Masa yang Berapi-api

Pada usia remaja atau sekitar 11-21 tahun adalah masa dimana kita mulai berpikir tentang segala sesuatu yang ada di dunia. Seperti halnya pada masa remaja kita mulai memikirkan jati diri kita sebagai seorang muslim ataupun muslimah. Juga pada usia ini kita sangat merasakan berbagai hasrat yang begitu bergejolak.

Hal yang biasa muncul sebagai potensi kita sebagai seorang makhluk Allah adalah Gharizah atau naluri yaitu suatu hasrat yang dimana jika tidak dipenuhi akan muncul rasa gelisah, tapi tidak akan menimbulkan kematian, yang munculnya dari luar. Gharizah merupakan suatu potensi manusia yang dicakup menjadi tiga bagian, yang pertama adalah Gharizah Tadayyun atau naluri mengagungkan sesuatu, yaitu di mana kita mempunyai rasa ingin menyembah atau mengagungkan sesuatu. Yang kedua adalah Gharizah Baqo atau naluri mempertahankan diri, ini dia seperti yang saya sebutkan tadi, di mana kita mulai memikirkan jati diri kita itu adalah sebuah pembuktian dari naluri mempertahankan diri ini. Yang ketiga adalah Gharizah Nau atau naluri melestarikan keturunan, Gharizah inilah yang sangat terasa saat ini, di mana pada masa remaja kita mulai merasakan jatuh cinta, menyukai lawan jenis, cemburu, rasa menyayangi orang tua, dan sebagainya.

Pada dasarnya hal-hal yang muncul ketika usia kita beranjak menjadi remaja adalah sesuatu yang wajar dan merupakan fitrah manusia. Hanya saja Allah akan menghisab dari bagaimana seorang remaja itu menyikapi fitrah yang muncul di masa remajanya. Apakah dia akan menyikapi dengan hal-hal yang ia ambil dari sumber hukum Allah? Ataukah dia akan meyikapinya dengan jalan pilihannya sendiri?. Kebanyakan remaja pada saat ini, telah salah dalam hal menyikapinya. Gharizah nau misalnya, rasa menyukai seseorang yang seharusnya dilampiaskan dengan semakin mendekatkan diri pada Allah, menyayangi keluarga, malah dilampiaskan pada jalan yang salah atau lebih tepatnya mendatangkan dosa, seperti halnya pacaran.

Seperti judul yang saya tampilkan, masa muda masa yang berapi-api. Maksud saya adalah masa muda atau masa remaja saat ini adalah masa di mana kita mempunyai hasrat yang tinggi dan bergejolak dalam menyukai seseorang, juga semangat yang begitu berapi-api dalam diri kita pada masa-masa ini. Seperti halnya saya pernah mendengar bahwa di usia remaja adalah usia di mana kita lebih cepat menghafal Al-Qur’an. Alangkah sayang sekali bila gejolak yang muncul dalam diri kita tidak kita fungsikan dengan baik. Ketika rasa gejolak atau semangat itu muncul dalam diri kita, alangkah sangat baik jika kita fungsikan dalam jalan Allah, seperti berdakwah dengan sungguh-sungguh, mendekatkan diri pada Allah, dan sebagainya, yang sungguh akan mendatangkan manfaat yang sangat baik untuk kita dan orang-orang di sekitar kita.

Jadi teman-teman kesimpulannya adalah kita harus memanfaatkan dengan baik masa remaja ini. Karena pada masa remaja inilah di mana kita punya peluang yang sanfat besar untuk terus meraih ridha Allah. Gunakanlah sebaik mungkin waktu yang masih Allah berikan pada kita untuk hidup dengan beramal shalih. Jangan sampai kita terjerumus pada hal-hal yang salah, karena sesungguhnya menurut survey yang pernah saya lakukan menurut kebanyakan orang yang pernah berbuat suatu kesalahan, ia tidak dapat merasakan ketentraman hidup, dan sangat sulit untuk mengembalikan imejnya menjadi baik di mata orang-orang. Jangan pernah lupa bahwa orang-orang di sekitar kita membutuhkan kita. Entah itu untuk membantunya dalam hal apapun, ataupun membutuhkan kita untuk menunjukkan padanya jalan yang benar. Karena sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk berdakwah.

Sabtu, 09 Mei 2009

Teknologi dari Allah untuk Kebaikan bukan Keburukan

Tentu kita semua tahu, bersamaan dengan berkembangnya teknologi, maka tentu saja menghasilkan efek positif dan negatif. Pada efek positif, kita tentu sangat merasakannya, seperti halnya HP atau hand phone yang bisa kita manfaatkan untuk berkomunikasi lebih mudah dengan saudara, teman, sahabat bahkan yang tinggal jauh dari kita sekalipun. Juga seperti halnya internet. Di zaman yang serba modern karena teknologi ini, orang-orang sudah banyak yang memanfaatkan internet, entah itu untuk mencari penghasilan, menambah teman, berkomunikasi dengan keluarga atau teman lama, dan menambah pengetahuan luas.

Sayangnya. Di tengah baiknya efek positif dari perkembangan teknologi tersebut yang juga merupakan anugrah atau pemberian dari Allah untuk mempermudah dan menguji makhluknya, efek negatifnya pun tidak kalah mantapnya atau dalam kata lain bahayanya. Karena tentu saja seluruh ciptaan Allah tidak ada yang sempurna, termasuk orang-orang yang berperan penting dalam perkembangan teknologi. Jadi maklum saja jika dalam perkembangan teknologi tersebut banyak terdapat efek negatif. Tapi tetap saja, sebagai seorang muslim yang memahami akan hukum Allah, sudah sewajibnya kita dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk dari perkembangan teknologi tersebut. Selanjutnya bagi yang buruk akan kita buang jauh-jauh sedangkan yang baiknya kita ambil.

Contoh teknologi yang pertama akan saya bahas kali ini adalah HP atau hand phone. Pada dasarnya, hand phone mempunyai fungsi yang bagus. Yaitu untuk berkomunikasi kepada seseorang baik yang berada dekat maupun jauh. Maka itu teknologi ini (HP) mempunyai fungsi yang sangat baik. Namun sayang, di jaman sekarang ini beberapa orang telah salah dalam penggunaan fungsinya. Seperti halnya sering adanya penipuan lewat sms, atau bahkan juga suatu dosa lainnya seperti pacaran, smsan bersama yang bukan mukhrim tanpa adanya suatu kepentingan yang memang syar’i.
Apalagi saat ini di banyak sekolah telah beredar kabar bahwa banyaknya anak-anak yang melakukan dosa seperti yang ada di atas. Padahal menurut hukum syara jelas-jelas tidak boleh kecuali smsan dengan mukhrimnya atau kecuali dengan kepentingan yang syar’i diluar semua ini adalah haram hukumnya.
Contoh yang kedua adalah Internet. Jika saya perhatikan perkembangan teknologilah yang membuat internet lebih mudah di akses. Pada dasarnya Internet punya fungsi yang baik seperti halnya untuk menambah ilmu, menambah penghasilan, menambah penghasilan, mengobrol dengan teman atau keluarga yang jarak jauh. Tapi sama seperti HP, internet juga punya efek negatif dikarenakan banyaknya orang yang kurang pemahaman. Seperti halnya menggunakan internet untuk pacaran, mengobrol yang tidak penting dengan lawan jenis apalagi yang dikenal, mengakses gambar yang tidak sepatutnya.
Kesimpulannya saya ingin menerangkan kepada para pembaca sekalian bahwa berkembangnya teknologi ini adalah agar kita berbuat kebaikan dan semakin dekat dengan Allah SWT bukan malah menyalahgunakannya menjadi sarana untuk berbuat kemaksiatan. Dan juga saya ingin mengatakan bagi orang-orang yang merasa mirip atau tersindir dengan tulisan diatas untuk segera bertaubat karena perlu kita ketahui pintu maaf Allah selalu lebar terbuka bagi hambanya yang memang punya kemauan untuk bertaubat. Juga ingin saya sampaikan bagi yang merasa mempunyai teman yang seperti di atas tadi, maka alangkah baiknya jika kita mengajaknya untuk kembali kepada jalan yang benar dan bertaubat. Karena selain berdakwah memang merupakan kewajiban kita, Insya allah kita pasti mendapatkan pahala yang besar jika bisa mengajak teman kita kembali ke jalan yang benar. Satu lagi, saya ingin meminta maaf bagi orang-orang yang merasa tersindir atas tulisan yang saya buat ini. Saya membuat tulisan ini semata-mata karena rasa prihatin saya terhadap kondisi umat Islam saat ini.

fafa- 100persen asli :)

Kamis, 16 April 2009

The Internet And the danger

In this various modern time, all people begin from child up to old often use internet. If children have a asignment from school about knowledge broad, so certain that children will to believe the internet. Even though now a people as if say, “there is no day without internet”. Actually internet is not cheap.

Certainly we know together with develop the technology included the internet now, and then sure have a side effect either positive or negative. In positive effect certainly we are know truly internet have some function. Such as enlarge the knowledge, enlarge a new friend, and enlarge a perception. Truly we are can teach Islam. And we are be able to chat with family or friends who live in the long distance from us with internet.

But a negative effect from internet is much as positive effect. The most popular negative effect in young about internet in Indonesia is addiction. Young in Indonesia many often addicted the internet. Such as I say , many people say “there is no day without internet”. Instead sometime a people forgot and leave the obligation worship to Allah. Actually in rule Islam law from internet is allowed or halal, but when internet make we forgot rule Allah, then will become make you to be sinful or haram.

And next example from negative effect is circulate the porn picture in internet, and very easy to accessible. Even tough the porn picture can damage moral nation people. Next is often a free sex in internet. Like to be a boyfriend or girlfriend.

So not meaning I invite all of you to not use the internet. But I’m just delivered a warning so that all of you excess to beware into use internet. Function that as good as possible. Don’t up you become forget you’re obligation.

thank you

-fafa- 100persen asli :)