Sabtu, 10 Oktober 2009

My Reunion (1 graduate SDIT Insantama)

Waa… Akhirnya setelah sekian lama aku sama temen-temen nunggu ( kok jadi kayak lagunya Ridho Rhoma *geje mode: on*) buat reuni, kesampaian juga deh dilaksanakan pada hari Sabtu lalu (03/10). Dengan perjuangan aku dan temen-temen perempuan yang bernapsu banget pengen reunion padahal baru terpisah sebentar banget, kita berhasil membujuk temen-temen buat mengadakan reuni.

Meskipun acara reuniannya berjalan cukup aneh, tapi tetep aja kita-kita merasa seneng banget. Secara kumpul-kumpul sama temen lama, siapa sih yang nggak seneng? Ya.. Meskipun pada dasarnya aku sama temen-temen SD baru berpisah 2 tahun-an. Ibuku aja sampai komentar, “Baru 2 tahun gak ketemu kok dah reuni? Reuni tuh nanti kalau dah jadi ibu-ibu” Iya juga yah… Kayaknya kalau reuni pas dah jadi ibu-ibu lebih seru. Kita kan bisa tahu siapa yang benar-benar berjodoh dengan orang yang dia sukai ketika Sd? Siapa yang punya anak paling banyak? Hahahaha.

Reuni ini bisa dibilang cukup garing, soalnya bisa dibilang susunan acaranya kurang menarik. Maklum sih pemula. Tapi suasana kumpul-kumpul lagi ini mulai terasa hangat ketika acara memasuki waktu pemutaran video-video selama kami SD. Di video-video itu anak-anak masih kelihatan lucuuu banget, beda banget sama sekarang. Setelah selesai acara nonton video, acara jadi Gaje banget. Anak-anak pada mencar kemana-mana. Anak cowoknya juga malah pada menggila di panggung. Anak ceweknya, bisa ditebak? Pastinya foto-foto (buat cewek *narsis kudu*).

Selesainya acara reuni ditandai dengan doa dan foto-foto. Tapi buat aku, fadhiilah, naila, nadia, nurul, dan beberapa non alumnus, acara reuni belum selesai. Meski perut dah cukup kenyang dengan makan siang dari iuran reuni. Tapi tetep aja kita-kita pergi dan makan bakso di Warung Molwan. Mmmh.. Mie ayamnya lumayan enak, tapi gak ada sih yang sampai tambah lagi, lumayan mahal sih. Kalau bagi aku sendiri acara reuni ditutup dengan ketika aku say goodbye sama Nurul di lapangan komplek.

^That’s All, comment please^
-fafa- 100persen asli :) (Pengasuh rubrik 'My Opinion' di mading SMPIT Insantama)

Rabu, 30 September 2009

Gempa, Cobaan bagi Indonesia


Sobat, kemarin tepatnya tanggal 30 September 2009 negeri kita, Indonesia tepatnya di padang terkena gempa besar yang berkekuatan 7,3 SR. Dan hari ini tanggal 01 Oktober 2009 terjadi lagi gempa di Bengkulu dan Jambi sebesar 7,0 SR. Berkali-kali sudah negeri kita di guncang gempa tahun ini. WHY?


Sobat, sadarlah! Cobaan seperti ini adalah peringatan dari Allah SWT untuk kita. Moment ini haruslah membuat kita sadar akan apa yang telah kita perbuat selama ini. Marilah kita bersama-sama introspeksi diri.


Sobat, terakhir saya hanya ingin mengingatkan. Mari kita sama-sama mendoakan saudara-saudara kita di Padang, Jambi, Bengkulu, dan daerah-daerah lainnya seluruh dunia. Semoga mereka diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. AMIN


-fafa- 100persen asli :)==> Pengurus rubrik My Opinion Mading 'Smart Wall Magazine' SMPIT Insantama

Sabtu, 16 Mei 2009

Masa Muda adalah Masa yang Berapi-api

Pada usia remaja atau sekitar 11-21 tahun adalah masa dimana kita mulai berpikir tentang segala sesuatu yang ada di dunia. Seperti halnya pada masa remaja kita mulai memikirkan jati diri kita sebagai seorang muslim ataupun muslimah. Juga pada usia ini kita sangat merasakan berbagai hasrat yang begitu bergejolak.

Hal yang biasa muncul sebagai potensi kita sebagai seorang makhluk Allah adalah Gharizah atau naluri yaitu suatu hasrat yang dimana jika tidak dipenuhi akan muncul rasa gelisah, tapi tidak akan menimbulkan kematian, yang munculnya dari luar. Gharizah merupakan suatu potensi manusia yang dicakup menjadi tiga bagian, yang pertama adalah Gharizah Tadayyun atau naluri mengagungkan sesuatu, yaitu di mana kita mempunyai rasa ingin menyembah atau mengagungkan sesuatu. Yang kedua adalah Gharizah Baqo atau naluri mempertahankan diri, ini dia seperti yang saya sebutkan tadi, di mana kita mulai memikirkan jati diri kita itu adalah sebuah pembuktian dari naluri mempertahankan diri ini. Yang ketiga adalah Gharizah Nau atau naluri melestarikan keturunan, Gharizah inilah yang sangat terasa saat ini, di mana pada masa remaja kita mulai merasakan jatuh cinta, menyukai lawan jenis, cemburu, rasa menyayangi orang tua, dan sebagainya.

Pada dasarnya hal-hal yang muncul ketika usia kita beranjak menjadi remaja adalah sesuatu yang wajar dan merupakan fitrah manusia. Hanya saja Allah akan menghisab dari bagaimana seorang remaja itu menyikapi fitrah yang muncul di masa remajanya. Apakah dia akan menyikapi dengan hal-hal yang ia ambil dari sumber hukum Allah? Ataukah dia akan meyikapinya dengan jalan pilihannya sendiri?. Kebanyakan remaja pada saat ini, telah salah dalam hal menyikapinya. Gharizah nau misalnya, rasa menyukai seseorang yang seharusnya dilampiaskan dengan semakin mendekatkan diri pada Allah, menyayangi keluarga, malah dilampiaskan pada jalan yang salah atau lebih tepatnya mendatangkan dosa, seperti halnya pacaran.

Seperti judul yang saya tampilkan, masa muda masa yang berapi-api. Maksud saya adalah masa muda atau masa remaja saat ini adalah masa di mana kita mempunyai hasrat yang tinggi dan bergejolak dalam menyukai seseorang, juga semangat yang begitu berapi-api dalam diri kita pada masa-masa ini. Seperti halnya saya pernah mendengar bahwa di usia remaja adalah usia di mana kita lebih cepat menghafal Al-Qur’an. Alangkah sayang sekali bila gejolak yang muncul dalam diri kita tidak kita fungsikan dengan baik. Ketika rasa gejolak atau semangat itu muncul dalam diri kita, alangkah sangat baik jika kita fungsikan dalam jalan Allah, seperti berdakwah dengan sungguh-sungguh, mendekatkan diri pada Allah, dan sebagainya, yang sungguh akan mendatangkan manfaat yang sangat baik untuk kita dan orang-orang di sekitar kita.

Jadi teman-teman kesimpulannya adalah kita harus memanfaatkan dengan baik masa remaja ini. Karena pada masa remaja inilah di mana kita punya peluang yang sanfat besar untuk terus meraih ridha Allah. Gunakanlah sebaik mungkin waktu yang masih Allah berikan pada kita untuk hidup dengan beramal shalih. Jangan sampai kita terjerumus pada hal-hal yang salah, karena sesungguhnya menurut survey yang pernah saya lakukan menurut kebanyakan orang yang pernah berbuat suatu kesalahan, ia tidak dapat merasakan ketentraman hidup, dan sangat sulit untuk mengembalikan imejnya menjadi baik di mata orang-orang. Jangan pernah lupa bahwa orang-orang di sekitar kita membutuhkan kita. Entah itu untuk membantunya dalam hal apapun, ataupun membutuhkan kita untuk menunjukkan padanya jalan yang benar. Karena sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk berdakwah.

Sabtu, 09 Mei 2009

Teknologi dari Allah untuk Kebaikan bukan Keburukan

Tentu kita semua tahu, bersamaan dengan berkembangnya teknologi, maka tentu saja menghasilkan efek positif dan negatif. Pada efek positif, kita tentu sangat merasakannya, seperti halnya HP atau hand phone yang bisa kita manfaatkan untuk berkomunikasi lebih mudah dengan saudara, teman, sahabat bahkan yang tinggal jauh dari kita sekalipun. Juga seperti halnya internet. Di zaman yang serba modern karena teknologi ini, orang-orang sudah banyak yang memanfaatkan internet, entah itu untuk mencari penghasilan, menambah teman, berkomunikasi dengan keluarga atau teman lama, dan menambah pengetahuan luas.

Sayangnya. Di tengah baiknya efek positif dari perkembangan teknologi tersebut yang juga merupakan anugrah atau pemberian dari Allah untuk mempermudah dan menguji makhluknya, efek negatifnya pun tidak kalah mantapnya atau dalam kata lain bahayanya. Karena tentu saja seluruh ciptaan Allah tidak ada yang sempurna, termasuk orang-orang yang berperan penting dalam perkembangan teknologi. Jadi maklum saja jika dalam perkembangan teknologi tersebut banyak terdapat efek negatif. Tapi tetap saja, sebagai seorang muslim yang memahami akan hukum Allah, sudah sewajibnya kita dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk dari perkembangan teknologi tersebut. Selanjutnya bagi yang buruk akan kita buang jauh-jauh sedangkan yang baiknya kita ambil.

Contoh teknologi yang pertama akan saya bahas kali ini adalah HP atau hand phone. Pada dasarnya, hand phone mempunyai fungsi yang bagus. Yaitu untuk berkomunikasi kepada seseorang baik yang berada dekat maupun jauh. Maka itu teknologi ini (HP) mempunyai fungsi yang sangat baik. Namun sayang, di jaman sekarang ini beberapa orang telah salah dalam penggunaan fungsinya. Seperti halnya sering adanya penipuan lewat sms, atau bahkan juga suatu dosa lainnya seperti pacaran, smsan bersama yang bukan mukhrim tanpa adanya suatu kepentingan yang memang syar’i.
Apalagi saat ini di banyak sekolah telah beredar kabar bahwa banyaknya anak-anak yang melakukan dosa seperti yang ada di atas. Padahal menurut hukum syara jelas-jelas tidak boleh kecuali smsan dengan mukhrimnya atau kecuali dengan kepentingan yang syar’i diluar semua ini adalah haram hukumnya.
Contoh yang kedua adalah Internet. Jika saya perhatikan perkembangan teknologilah yang membuat internet lebih mudah di akses. Pada dasarnya Internet punya fungsi yang baik seperti halnya untuk menambah ilmu, menambah penghasilan, menambah penghasilan, mengobrol dengan teman atau keluarga yang jarak jauh. Tapi sama seperti HP, internet juga punya efek negatif dikarenakan banyaknya orang yang kurang pemahaman. Seperti halnya menggunakan internet untuk pacaran, mengobrol yang tidak penting dengan lawan jenis apalagi yang dikenal, mengakses gambar yang tidak sepatutnya.
Kesimpulannya saya ingin menerangkan kepada para pembaca sekalian bahwa berkembangnya teknologi ini adalah agar kita berbuat kebaikan dan semakin dekat dengan Allah SWT bukan malah menyalahgunakannya menjadi sarana untuk berbuat kemaksiatan. Dan juga saya ingin mengatakan bagi orang-orang yang merasa mirip atau tersindir dengan tulisan diatas untuk segera bertaubat karena perlu kita ketahui pintu maaf Allah selalu lebar terbuka bagi hambanya yang memang punya kemauan untuk bertaubat. Juga ingin saya sampaikan bagi yang merasa mempunyai teman yang seperti di atas tadi, maka alangkah baiknya jika kita mengajaknya untuk kembali kepada jalan yang benar dan bertaubat. Karena selain berdakwah memang merupakan kewajiban kita, Insya allah kita pasti mendapatkan pahala yang besar jika bisa mengajak teman kita kembali ke jalan yang benar. Satu lagi, saya ingin meminta maaf bagi orang-orang yang merasa tersindir atas tulisan yang saya buat ini. Saya membuat tulisan ini semata-mata karena rasa prihatin saya terhadap kondisi umat Islam saat ini.

fafa- 100persen asli :)

Kamis, 16 April 2009

The Internet And the danger

In this various modern time, all people begin from child up to old often use internet. If children have a asignment from school about knowledge broad, so certain that children will to believe the internet. Even though now a people as if say, “there is no day without internet”. Actually internet is not cheap.

Certainly we know together with develop the technology included the internet now, and then sure have a side effect either positive or negative. In positive effect certainly we are know truly internet have some function. Such as enlarge the knowledge, enlarge a new friend, and enlarge a perception. Truly we are can teach Islam. And we are be able to chat with family or friends who live in the long distance from us with internet.

But a negative effect from internet is much as positive effect. The most popular negative effect in young about internet in Indonesia is addiction. Young in Indonesia many often addicted the internet. Such as I say , many people say “there is no day without internet”. Instead sometime a people forgot and leave the obligation worship to Allah. Actually in rule Islam law from internet is allowed or halal, but when internet make we forgot rule Allah, then will become make you to be sinful or haram.

And next example from negative effect is circulate the porn picture in internet, and very easy to accessible. Even tough the porn picture can damage moral nation people. Next is often a free sex in internet. Like to be a boyfriend or girlfriend.

So not meaning I invite all of you to not use the internet. But I’m just delivered a warning so that all of you excess to beware into use internet. Function that as good as possible. Don’t up you become forget you’re obligation.

thank you

-fafa- 100persen asli :)

Rabu, 18 Maret 2009

Masih Ada (Ello)

Hari-hariku lewati hanya sendiri tanpa kekasih
Tapi tetap ku nikmakti indahnya hari tanpa tambatan hati

Reff:
Aku ingin menjadi setitik awan kecil di langit
Bersama mentari
Walaupun ku sendiri tapi aku masih ada
Masih ada cinta di hati

Kadang aku merindukan
Merindukan sentuhan
Sentuhan wanita
Ingin ku curahkan semua
Semua hasrat di jiwa
Yang t'lah lama ku pendam

Reff:
Aku ingin menjadi setitik awan kecil di langit
Bersama mentari
Walaupun ku sendiri tapi aku masih ada
Masih ada cinta di hati
cup cudududdudu cupcup cududud dst.

Hari-hariku lewati hanya sendiri tanpa kekasih
Oh oh..
Walaupun kusendiri
oh..oh..
tapi ku masih bisa bahagia
Cup cududududu cup dududududu..

Reff:
Aku ingin menjadi setitik awan kecil di langit
Bersama mentari
Walaupun ku sendiri tapi aku masih ada
Masih ada cinta di hati

cup cudududud cup cup
dihati
cup cududdudud cup cup
dihati
cup cududud cup cup
dihati
cup cududududu cup cup

Selasa, 10 Februari 2009

Terbalik

Mungkin kalian tahu lagunya Delon yang berjudul terbalik tapi bukan ini yang
hendak saya maksud kan. Yang saya maksud adalah keadaan di dunia yang terbalik. Orang2 terbiasa melakukan dosa2 seakan-akan tidak berdosa. Orang baik dianggap jahat dan sebaliknya. Orang yang melakukan kebaikan dianggap aneh. Orang yang melakukan dosa dianggap wajar.
Saya rasa kita seharusnya sadar dengan yang terjadi saat ini. Dan tentunya ketika kita menyadari sesuatu yang salah maka kita harus segera merubahnya. Dan kalau kita lihat dari sudut pandangnya maka kita akan menemukan apa yang salah di dunia ini? apa yang menyebabkan rakyat tak sejahtera?.
Harus kita pikirkan dengan matang apa yang akan kita lakukan dengan dunia ini. Yaitu merubahnya seperti di lagu film Inuyasha "i wan't to change the world". Apa yang harus kita ubah? Sistemnya. Kita ubah ke sistem apa? silahkan pikir dan berikan yang terbaik bagi bangsa ini.