Selasa, 10 April 2012

Pajak

-Mereka bilang negara ini adalah negara demokrasi
Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat
Maka itulah di negaraku diterapkan pajak
Mereka bilang pajak ditarik dari rakyat
Kemudian digunakan untuk mengurus rakyat
Tapi mengapa tidak semua rakyat dapat merasakannya?
Bagaimana dengan saudaraku di Nusa Tenggara?
Tidakkah mereka berhak mendapatkan bagian dari pajak?
Bukankah pajak itu dari mereka dan untuk mereka?
Dimana hak mereka?
Atau mungkinkah seperti yang dikatakan para politikus itu?
Bahwa pajak adalah hak para petinggi dirjen pajak.
Contohlah Gayus Tambunan,
Berjalan-jalan ke Bali,
Dan membuat paspor seharga sembilan puluh sembilan juta
Hak-nya kah?
Pajak, oh pajak
Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk pemerintah
Pajak, oh pajak
Yang kami harapkan kesejahteraan,
Namun yang kami dapatkan kesengsaraan

ƪ(˘⌣˘)ʃ  fathimah 25 januari 2011
Komentar? mangga
Puisi ini saya buat dadakan di sekolah, alhamdulillah mendapatkan nilai 87 dan dipuji oleh guru saya. Guru saya bilang puisi ini setipe dengan puisi-puisi karya Pak Taufik Ismail. Kebetulan, saya memang pengagum beliau




Just found it out at kompasiana.com
actually, i can wrote poem well. Here is the link--> Puisi Pajak
-.fafa- 100persen asli :)

1 komentar:

fajar mengatakan... Reply Comment

seluruh propinsi di seluruh Indonesia dapet bagian dari pajak kok mba fafa.. termasuk juga nusa tenggara..

pajak selain dipungut pemerintah pusat seperti halnya pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai; ada juga pajak yg dipungut pemerintah daerah seperti pajak restoran, pajak kendaraan, dll..

masalah penggunaan pajak yang ga tepat sasaran memang banyak.. mulai dari perencanaan anggaran yang kurang baik, pemborosan institusi pemerintah, hingga korupsi pejabat dan pegawai negeri..

by the way.. puisinya bagus.. :)